Pertumbuhan adalah proses pertambahan
ukuran atau volume serta jumlah sel secara ireversibel (tidak dapat kembali ke
bentuk semula). Pertumbuhan bersifat kuantitatif artinya dapat dinyatakan
dengan satuan bilangan. Ada tiga tahap proses pertumbuhan pada tumbuhan, yaitu:
a.
Perkecambahan
Berdasarkan letak kotiledon pada saat
berkecambah dikenal dua, yaitu perkecambahan epigeal dan perkecambahan hipogeal.
b.
Pertumbuhan primer
c.
Pertumbuhan sekunder
2. Perkembangan pada Tumbuhan
Perkembangan pada tumbuhan adalah proses
pertumbuhan dan diferensiasi individu sel menjadi jaringan, organ, dan individu
tanaman. Perkembangan bersifat kualitatif artinya tidak dapat diukur dan
dinyatakan dengan satuan bilangan.
B. Faktor-Faktor
yang Memengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan
1. Faktor Internal
a. Gen
Gen adalah substansi hereditas dan penentu
sifat individu yang terdapat di dalam kromosom.
b. Hormon Tumbuhan (Fitohormon)
Fitohormon adalah senyawa organic (bukan
nutrisi) yang dihasilkan oleh tumbuhan, yang dalam kosentrasi rendah atau kecil
dapat mengatur proses fisiologis. Ada beberapa fitohormon yaitu geberelin, auksin,
sitokinin, asam absisat, etilen, asam traumalin, dan kalin.
2. Fakor Eksternal
a. Cahaya
Cahaya matahari merupakan sumber energy
yang penting bagi tumbuhan, karena dibutuhkan dalam proses fotosintesis. Di
sisi lain, cahaya dapat menghambat pertumbuhan karena auksin jika terkena
cahaya akan menjadi zat yang menghambat pertumbuhan. Pertumbuhan yang sangat
cepat dalam keadaan gelap disebut etiolasi.
b. Suhu
Suhu yang ideal bagi tumbuhan sehingga
pertumbuhan dan perkembangan berlangsung baik disebut suhu optimum (10°C-38°C).
c. Kelembapan
Penguapan air akan meningkat apabila
kelembaban rendah, akibatnya tumbuhan dapat menyerap banyak nutrient. Keadaan
ini memacu pertumbuhan tanaman.
d. Nutrisi (Nutrian)
Biasanya tumbuhan mengambil nutrient dalam
bentuk ion dan beberapa diambil dari udara. Unsur makro yaitu unsur-unsur yang
banyak dibutuhkan tanaman, diantaranya C, O, P, H, K, N, S, Fe, Ca, dan Mg.
Unsur mikronutrien yaitu unsur yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah sedikit,
diantaranya Mn, B, Cu, Cl, Zn, dan Mo.
e. Air dan Oksigen
C. Duplikasi
Hasil Percobaan
· Perkembangan, yaitu proses menuju
kedewasaan yang bersifat kualitatif dan reversibel. (berubahnya sifat sel
menjadi sel yang mempunyai sifat yang lebih khusus)
· Pertumbuhan adalah suatu proses
pertambahan ukuran, ( volume, massa, jumlah sel atau protoplasma) yang bersifat
kuantitatif dan irreversible (tidak dapat kembali ke asal).
· Biji adalah alat
reproduksi,penyebaran, dan kelangsungan hidup suatu tumbuhan. merupakan awal
dari kehidupan tumbuhan baru di luar induknya.
· Embrio terdiri
dari :
-
akar lembaga (calon akar = radikula),
-
daun lembaga(kotiledon)
-
batang lembaga (kaulikulus)
· Kotiledon pada biji tumbuhan
monokotil disebut sebagai skutelum. Pada bagian akar embrionya,
terbungkus oleh lapisan yang disebut koleoriza, sedangkan pada ujung
tunas embrioniknya dibungkus oleh koleoptil. Pada biji terdapat suatu
bagian yang berfungsi untuk memasukkan air dan O2. Bagian itu disebut hilum. Selain
melewati hilum, air dan gas-gas terlarut dapat masuk lewat mikropil.
·
Plumula: poros embrio yang tumbuh ke atas yang selanjutnya akan tumbuh menjadi
daun pertama(calon batang). yang terdiri dari ujung tunas dengan sepasang
pucuk daun
·
Radikula : poros embrio yang tumbuh ke bawah dan akan menjadi akar
primer(calon akar)
·
Epikotil : terdapat di
sebelah atas hipokotil yang akan tumbuh menjadi batang dan daun
·
Hipokotil : bagian
bawah (pangkal) yang melekat pada kotiledon yang akan tumbuh menjadi akar.
·
Skutelum : sebagai alat penyerap makanan yang terdapat di dalam
endosperma,
·
koleoptil : melindungi
plumula.
·
koleoriza : melindungi radikula.
Masa
Dormansi Biji
Persyaratan pertama agar biji dapat
berkecambah adalah berakhirnya masa dormansi biji. Dormansi
biji adalah kondisi biji yang masih hidup tetapi tidak aktif, berada dalam
kondisi kering dan tidak dapat berkecambah selama periode waktu tertentu karena
faktor internal.
Tahap
Awal Pertumbuhan
(Perkecambahan)
·
Mula-mula masuknya air kedalam biji
melalui proses imbibisi sampai biji ukurannya bertambah dan menjadi lunak.
·
Saat air masuk ke dalam biji,
enzim-enzim mulai aktif dengan mensintesis cadangan makanan sebagai
persediaan cadangan makanan pada saat perkecambahan berlangsung
·
Meningkatnya aktivitas enzim dan
tersedianya bahan makanan serta energi menyebabkan terjadinya perkecambahan
Perkecambahan
adalah munculnya plantula (tanaman kecil) dari dalam biji
yang merupakan hasil pertumbuhan dan perkembangan embrio. Atau
proses pertumbuhan radikula menjadi akar dan pertumbuhan plumula menjadi
batang.
Faktor yang mempengaruhi perkecambahan :
a.
Air
b. Kelembapan
c.
Oksigen
d. Suhu
e.
Cahaya
Tipe perkecambahan ada dua macam:
a. Tipe
perkecambahan di atas tanah (Epigeal)
Hipokotil : Tumbuh memanjang
Kotiledon &Plumula : terdorong ke permukaan tanah
Kotiledon : berada di atas tanah
Contoh : buncis, kacang hijau, kacang tanah, tomat, dan jarak
b. Tipe
perkecambahan di bawah tanah (hipogeal)
Epikotil : memanjang
Plumula : keluar menembus kulit biji & menembus tanah
Kotiledon : berada di bawah permukaan tanah
Makanan untuk pertumbuhan embrio diperoleh
dari cadangan makanan karena belum terbentuknya klorofil yang diperlukan dalam
fotosintesis. Pada tumbuhan dikotil makanan diperoleh dari kotiledon, sedangkan
pada tumbuhan monokotil diperoleh dari endosperm.
=>Pertumbuhan yg disebabkan oleh titik
tumbuh primer (ujung akar atau ujung batang) yang merupakan daerah meristem
apikal.
a. Pertumbuhan primer pada akar
Akar muda
yang keluar dari biji segera masuk ke dalam tanah, selanjutnya membentuk sistem
perakaran tanaman.Pada ujung akar yang masih muda, terdapat empat daerah
pertumbuhan :
a.
Tudung akar (kaliptra)
·
sebagai pelindung terhadap benturan
fisik ujung akar terhadap tanah sekitar pertumbuhan
·
memudahkan akar menembus tanah karena
tudung akar dilengkapi dengan sekresi cairan polisakarida.
Perbedaan
tudung akar dikotil dan monokotil :
-
Pada tudung akar dikotil, antara ujung
akar dengan kaliptra tidak terdapat batas yang jelas
dan tidak memiliki titik tumbuh pada kaliptra tersebut.
-
Pada tudung akar monokotil, antara
ujung akar dan kaliptra terdapat batas yang jelas atau nyata
dan mempunyai titik tumbuh tersendiri yang disebut kaliptrogen.
b.
Daerah Pembelahan/Meristem
Meristem
merupakan bagian dari ujung akar yang selnya senantiasa mengadakan pembelahan
secara mitosis.
Meristem
ini terletak di belakang tudung akar. Pada tumbuhan dikotil, sel-sel tudung
akar yang rusak akan digantikan oleh sel-sel baru yang dihasilkan oleh sel-sel
meristem primer dari perkembangan sel-sel meristem apikal.
c.
Daerah pemanjangan sel
Daerah
pemanjangan sel terletak dibelakang daerah meristem. Sel-sel hasil pembelahan
meristem tumbuh dan berkembang memanjang pada daerah ini. Aktivitas pertumbuhan
dan perkembangan memanjang dari sel mengakibatkan pembelahan sel di daerah ini
menjadi lebih lambat dari bagian lain.
Pemanjangan
sel tersebut berperan penting untuk membantu daya tekan akar dan proses
pertumbuhan memanjang akar.
d.
Daerah diferensiasi
Pada
daerah ini, sel-sel hasil pembelahan dan pemanjangan akan mengelompok sesuai
dengan kesamaan struktur. Sel-sel yang memiliki kesamaan struktur, kemudian
akan memperoleh tugas membentuk jaringan tertentu.
b. Pertumbuhan Primer pada Batang
·
Pertumbuhan dan perkembangan primer pada batang meliputi
· daerah pertumbuhan (titik
tumbuh),
· daerah pemanjangan, dan
· daerah diferensiasi.
·
Meristem apikal pada batang dibentuk oleh sel-sel yang senantiasa membelah pada
ujung tunas yang biasa disebut KUNCUP.
Di dalam kuncup, ruas batang dan tonjolan daun kecil (primordia)
memiliki jarak sangat pendek karena jarak internodus (antarruas)
sangat pendek. Pertumbuhan, pembelahan, dan pemanjangan sel terjadi di
dalam internodus. Pertumbuhan, pembelahan, dan pemanjangan sel
terjadi di dalam internodus (antar ruas).
Pertumbuhan
Sekunder
Pertumbuhan yang diakibatkan adanya
pembelahan selsel pada jaringan kambium yang bersifat meristematik yang
menyebabkan bertambah besarnya organ tumbuhan akibat aktivitas meristem
sekunder.
·
Jika sel kambium membelah ke arah luar, akan membentuk sel floem
·
jika sel kambium membelah ke arah dalam akan membentuk xilem.
·
Xilem dan floem yang terbentuk dari aktivitas kambium disebut xilem sekunder
dan floem sekunder.
·
Pertumbuhan xilem dan floem tersebut menyebabkan diameter batang bertambah
besar dan terbentuk lingkaran tahun yang dipengaruhi oleh aktivitas pada musim
kemarau dan musim penghujan.
·
Pada musim penghujan terbentuk lapisan yang lebih tebal, sebaliknya pada musim
kemarau lapisan yang dibentuk lebih tipis.
·
Perbedaan ketebalan pertumbuhan membentuk garis melingkar (membentuk lingkaran)
dan disebut lingkaran tahun.
·
Akibat aktivitas kambium yang kadang-kadang tidak diimbangi oleh pertumbuhan
kulit batang tumbuhan, maka jaringan epidermis batang dan korteks pecah dan
rusak. Kerusakan jaringan ini membahayakan jaringan-jaringan di dalamnya.
·
Untuk itu tumbuhan membentuk kambium gabus (felogen) atau jaringan gabus.
Jaringan gabus ke arah dalam membentuk parenkim (feloderm) dan ke arah luar
membentuk felem.
·
Felem (lapisan gabus) tersusun atas sel-sel mati, sedang feloderm (korteks
sekunder) tersusun oleh sel-sel hidup.
·
Pada jaringan gabus terdapat celah-celah gabus yang merupakan penghubung antara
lingkungan luar dan lingkungan dalam sel tumbuhan yang disebut lentisel.
Lentisel berfungsi sebagai pintu masuknya udara dan air ke dalam sel-sel
tumbuhan.
Faktor-Faktor
yang Memengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan
1. Faktor
Dalam
a.
Faktor gen
Sifat-sifat fenotipe (sifat yg tampak) pada
tumbuhan, seperti warna bunga dan bentuk daun, dipengaruhi oleh faktor
lingkungan dan faktor genetik (gen). setiap jenis tumbuhan membawa gen untuk
sifat-sifat tertentu, seperti berbatang tinggi atau berbatang rendah. Tanaman,
yang mengandung gen yg baik dan didukung kondisi lingkungan yg sesuai akan
memperlihatkan pertumbuhan dan perkembangan yg baik pula.
b.
Zat pengatur tumbuh (hormon)
Hormon pada tanaman ialah senyawa organik
yang dalam jumlah sedikit dapat mendukung, menghambat, dan mengubah proses
fisiologis tumbuhan. Pada konsentrasi tertentu hormon dapat memacu pertumbuhan,
tetapi pada konsentrasi yang tinggi dapat menekan pertumbuhan.
Macam-macam hormon sebagai berikut:
1) Auksin
Fungsi:
-
menaikkan tekanan osmotik,
-
meningkatkan permeabilitas sel terhadap air,
-
menyebabkan pengurangan tekanan pada dinding-dinding sel,
-
meningkatkan sintesis protein,
-
meningkatkan plas-tisitas,
-
mengembangnya dinding sel.
-
merangsang perkembangan buah
-
merangsang pembentukan akar liar
-
Menghambat pembentukan tunas samping
-
Merangsang pembelahan sel
2) Giberelin
Fungsi :
-
Memacu perpanjangan secara abnormal batang utuh.
-
Perkecambahan biji dan mobilisasi cadangan makanan dari endosperm untuk
pertumbuhan embrio
-
Perkembangan bunga dan buah.
-
Menghilangkan sifat kerdil secara genetik pada tumbuhan.
-
Merangsang pembelahan dan pemanjangan sel.
3) Sitokinin
Fungsi :
-
merangsang pembelahan sel;
-
merangsang pembentukan tunas;
-
menghambat efek dominasi apikal
-
mempercepat pertumbuhan memanjang.
-
Menunda pengguguran daun
-
Menghambat proses penuaan
4) Asam Absisat
Fungsi :
-
Mengurangi kecepatan pertumbuhan & pemanjangan sel pada daerah titik tumbuh
-
Membantu pengguguran daun dan mendorong dormansi biji agar tidak berkecambah.
5) Gas Etilen
Fungsi :
-
Menyebabkan buah cepat masak
-
Menyebabkan pertumbuhan batang menjadi kokoh dan tebal
-
Memacu pembungaan
6) Asam Traumatin
Fungsi :
Memperbaiki tanaman yg rusak/menghasilkan
kalus
7) Kalin
Fungsi : Memacu pertumbuhan organ tumbuhan
Macamnya :
a.
Rhizokalin : memacu pertumbuhan akar
b.
Kaulokali : batang
c.
Fitokalin : daun
d.
Anthokalin : bunga
2.
Faktor
a. Suhu
Suhu berpengaruh terhadap fisiologi
tumbuhan, antara lain memengaruhi kerja enzim. Suhu yang terlalu tinggi atau
terlalu rendah akan menghambat proses pertumbuhan. Suhu yang paling baik untuk
pertumbuhan disebut suhu optimum (100–380C).
b. Cahaya
·
Cahaya dapat mempengaruhi pembentukan klorofil, perkembangan akar, dan
pembukaan daun, fotosintesis, fototropisme, dan fotoperiodisme Akan
tetapi, intensitas cahaya yang terlalu tinggi dapat merusak klorofil. .
·
Efek cahaya meningkatkan kerja enzim untuk memproduksi zat metabolik untuk
pembentukan klorofil. Sedangkan, pada proses fotosintesis, intensitas cahaya
mempengaruhi laju fotosintesis saat berlangsung reaksi terang.
·
Pertumbuhan batang kecambah di tempat gelap akan abnormal (lebih panjang),
pucat, daun tidak berkembang, dan batang tidak kukuh. Pertumbuhan yang
cepat di tempat gelap ini disebut etiolasi.
·
Sebaliknya, dalam keadaan terang tumbuhan lebih pendek, batang kukuh,
daun dibandingkan di tempat terang yang berkembang sempurna dan
berwarna hijau
·
Lama penyinaran matahari memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan
tumbuhan.Respon tumbuhan terhadap lama penyinaran (panjang hari)
disebut fotoperiodisme.
"Batang menjadi lebih pendek karena
aktifitas hormon pertumbuhan auksin terhambat oleh adanya cahaya."
Berdasarkan lamanya siang, tumbuhan
dibedakan menjadi :
a)
Tumbuhan hari pendek
tumbuhan yang berbunga pada akhir musim
panas/ gugur, saat matahari bersinar kurang dari 12 jam (lamanya siang lebih
pendek dibanding lamanya malam). Contoh: ubi jalar, krisan, aster, mangga dan
apokat.
b)
Tumbuhan hari panjang
berbunga pada musim semi/awal musim panas,
saat lama siang lebih dari12 jam (lamanya siang lebih panjang dari
lamanya malam). Contoh: kentang, slada, gandum, dan ba yam.
c)
Tumbuhan hari netral
berbunga hampir sepanjang musim, tidak tergantung
lamanya siang hari. Contoh: kapas, mawar, tumbuhan sepatu, tomat, cabe, dan
bunga matahari.
d)
Tumbuhan hari sedang
berbunga pada saat lama siang sekitar 12
jam. Contoh: tebu dan kacang.
c.
Kelembapan
Tanah dan udara yang lembap berpengaruh
terhadap pertumbuhan. Pada keadaan lembap, banyak air yang diserap oleh
tumbuhan dan sedikit penguapan yang terjadi sehingga mengakibatkan pertumbuhan
menjadi cepat. Akibat pemanjangan sel-sel yang cepat, tumbuhan bertambah besar.
Pada kondisi ini, faktor kehilangan air sangat kecil karena transpirasi yang
kurang. Adapun untuk mengatasi kelebihan air, tumbuhan beradaptasi dengan
memiliki permukaan helaian daun yang lebar.
d.
Air
Air berperan di dalam melarutkan unsur hara
dalam proses penyerapan. Air dibutuhkan tumbuhan sebagai pelarut bagi
kebanyakan reaksi dalam tubuh tumbuhan dan sebagai medium reaksi enzimatis.
Sebagai pelarut, air juga memengaruhi kadar enzim dan substrat sehingga secara
tidak langsung memengaruhi laju metabolisme. Kekurangan air pada tanah
menyebabkan terhambatnya proses osmosis. Proses osmosis akan terhenti atau
berbalik arah yang berakibat keluarnya materi-materi dari protoplasma sel-sel
tumbuhan, sehingga tanaman kering dan mati.
e. Nutrisi
Selain CO2 dan H2O, tumbuhan juga memerlukan nutrisis yang lain, yaitu :
a. Makronutrien ( unsure yang diperlukan dalam jumlah banyak ) seperti : Nitrogen (N), Kalium (K), Kalsium (Ca), Fospor (P), Belerang (S), Magnesium (Mg).
b. Mikronutrien (unsure yang diperlukan dalan jumlah sedikit) seperti : Besi (Fe), Boron (B), Mangan (Mn), Seng (Zn), Tembaga (Cu), Molebdenum (Mo), Klor (Cl).
4) Air
Fungsi air bagi tumbuhan :
a. Melarutkan unsure hara dalam proses penyerapan.
b. Mengaktifkan reaksi enzim.
c. Mempertahankan kelembaban
d. Meningkatkan tekanan turgor untuk merangsang pembelahan sel.
a. Makronutrien ( unsure yang diperlukan dalam jumlah banyak ) seperti : Nitrogen (N), Kalium (K), Kalsium (Ca), Fospor (P), Belerang (S), Magnesium (Mg).
b. Mikronutrien (unsure yang diperlukan dalan jumlah sedikit) seperti : Besi (Fe), Boron (B), Mangan (Mn), Seng (Zn), Tembaga (Cu), Molebdenum (Mo), Klor (Cl).
4) Air
Fungsi air bagi tumbuhan :
a. Melarutkan unsure hara dalam proses penyerapan.
b. Mengaktifkan reaksi enzim.
c. Mempertahankan kelembaban
d. Meningkatkan tekanan turgor untuk merangsang pembelahan sel.

