Klasifikasi adalah suatu cara pengelompokan
yang didasarkan pada ciri-ciri tertentu. Sejak zaman dahulu kala manusia telah
mencoba untuk mengelompokkan (mengklasifikasi) hal-hal yang memiliki persamaan.
Sebgai contoh, manusia selalu mengklasifikasi makhluk hidup. Pada awalnya,
manusia hanya membedakan antara tumbuhan dan hewan. Selanjutnya, manusia
membagi lagi tumbuhan dan hewan menjadi beberapa kelompok berdasarkan
manfaatnya, misalnya tumbuhan pangan, tumbuhan obat, dan tumbuhan hewan.
Klasifikasi dapat dipelajari dalam cabang
biologi yang dinamakan taksonomi. Ilmu tersebut mempelajari identifikasi
(pemberian nama) dan klasifikasi (pengelompokan) makhluk hidup berdasarkan
aturan-aturan tertentu.
B. Tujuan
Klasifikasi Makhluk Hidup
Adapun tujuan Klasifikasi makhluk hidup
adalah :
1. Mengelompokkan
makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri-ciri yang dimiliki.
2. Mengetahui
ciri-ciri suatu jenis makhluk hidup untuk membedakannya dengan makhluk hidup
dari jenis lain.
3. Mengetahui
hubungan kekerabatan makhluk hidup.
4. Memberi
nama makhluk hidup yang belum diketahui namanya atau belum memiliki nama
Ada bermacam sistem klasifikasi makhluk
hidup. Sistem klasifikasi ini berkembang mulai dari yang sederhana hingga
berdasar sistem yang lebih modern.
Sistem yang mengelompokkan makhluk
hidup berdasarkan persamaan ciri yang ditetapkan oleh peneliti sendiri,
misalnya, ukuran, bentuk, dan habitat makhluk hidup. Penganut sistem ini di
antaranya Aristoteles dan Theophratus (370 SM).
Sistem yang mengelompokkan makhluk
hidup berdasarkan persamaan ciri struktur tubuh eksternal (morfologi) dan
struktur tubuh internal (anatomi) secara alamiah. Penganut sistem ini, di
antaranya,Carolus Linnaeus (abad ke-18).
Sistem klasifikasi makhluk
hidup berdasarkan pada hubungan kekerabatan secara evolusioner. Beberapa
parameter yang digunakan dalam klasifikasi ini adalah sebagai berikut:
Persamaan struktur tubuh dapat
diketahui secara eksternal dan internal
Menggunakan biokimia perbandingan.
Berdasarkan genetika modern. Gen dipergunakan juga
untuk melakukan klasifikasi makhluk hidup.
Dalam sistem klasifikasi, makhluk hidup
dikelompokkan menjadi suatu kelompok besar kemudian kelompok besar ini dibagi
menjadi kelompok-kelompok kecil. Kelompok-kelompok kecil ini kemudian dibagi
lagi menjadi kelompok yang lebih kecil lagi sehingga pada akhirnya terbentuk
kelompok- kelompok kecil yang beranggotakan hanya satu jenis makhluk hidup.
Tingkatan-tingkatan pengelompokan ini disebut takson. Taksa (takson) telah
distandarisasi di seluruh dunia berdasarkan International Code of Botanical
Nomenclature dan International Committee on Zoological Nomenclatur.
E. Urutan
takson antara lain :
Ada tiga tahap yang harus dilakukan untuk mengklasifikasikan makhluk
hidup;.
1. Pencandraan
(identifikasi), Pencandraan adalah proses mengidentifikasi atau mendeskripsi
ciri-ciri suatu makhluk hidup yang akan diklasifikasi.
2. Pengelompokan,
setelah dilakukan pencandraan, makhluk hidup kemudian dikelompokkan dengan
makhluk hidup lain yang memiliki ciri-ciri serupa. Makhluk hidup yang memiliki
ciri serupa dikelompokkan dalam unit-unit yang disebut takson.
3. Pemberian nama
takson, selanjutnya kelompok-kelompok ini diberi nama untuk memudahkan kita
dalam mengenal ciri-ciri suatu kelompok makhluk hidup.
1. KINGDOM.
Kingdom merupakan tingkatan takson tertinggi makhluk hidup. Kebanyakan ahli
Biologi sependapat bahwa makhluk hidup di dunia ni dikelompokkan menjadi 5
kingdom, yaitu : Monera, Proista, Fungi, Plantae, dan Animalia.
2. FILUM/DIVISIO
(KELUARGA BESAR). Nama filum digunakan pada dunia hewan, dan nama division
digunakan pada tumbuhan. Filum atau division terdiri atas organisme-organisme
yang memiliki satu atau dua persamaan ciri. Nama filum tidak memiliki akhiran
yang khas sedangkan nama division umumnya memiliki akhiran khas, antara lain
phyta dan mycota.
KELAS (CLASSIS). Kelompok takson yang
satu tingkat lebih rendah dari filum atau divisio
ORDO (BANGSA). Setiap kelas terdiri dari
beberapa ordo. Pada dunia tumbuhan, nama ordo umumnya diberi akhiran ales.
FAMILI. Family merupakan tingkatan takson
di bawah ordo. Nama family tumbuhan biasanya diberi akhiran aceae, sedangkan
untuk hewan biasanya diberi nama idea.
GENUS (MARGA). Genus adalah takson yang
lebih rendah dariada family. Nama genus terdiri atas satu kata, huruf pertama
ditulis dengan huruf capital, dan seluruh huruf dalam kata itu ditulis dengan
huruf miring atau dibedakan dari huruf lainnya.
SPECIES (JENIS). Species adalah suatu
kelompok organism yang dapat melakukan perkawinan antar sesamanya untuk
menghasilkan keturunan yang fertile (subur)
TATA NAMA BINOMIAL NOMENCLATURE
Berdasarkan
kesepakatan internasional, digunakanlah metode binomial
nomenclature. Metode binominal nomenclature (tata nama ganda), merupakan metode
yang sangat penting dalam pemberian nama dan klasifikasi makhluk hidup. Disebut
tata nama ganda karena pemberian nama jenis makhluk hidup selalu menggunakan
dua kata (nama genus dan species)
Aturan pemberian nama adalah sebagai
berikut :
1. Nama
species terdiri atas dua kata, kata pertama merupakan nama genus, sedangkan
kata kedua merupakan penunjuk jenis (epitheton specificum)
2. Huruf
pertama nama genus ditulis huruf capital, sedangkan huruf pertama penunjuk
jenis digunakan huruf kecil
3. Nama
species menggunakan bahasa latin atau yang dilatinkan
4. Nama
species harus ditulis berbeda dengan huruf-huruf lainnya (bisa miring, garis
bawah, atau lainnya)
5. Jika
nama species tumbuhan terdiri atas lebih dari dua kata, kata kedua dan
berikutnya harus digabung atau diberi tanda penghubung.
6. Jika
nama species hewan terdiri atas tiga kata, nama tersebut bukan nama species,
melainkan nama subspecies (anak jenis), yaitu nama takson di bawah species
7. Nama
species juga mencantumkan inisial pemberi nama tersebut, misalnya jagung (Zea
Mays L.). huruf L tersebut merupakan inisial Linnaeus.





